This question jus pop out from my head. If God really knows everything about me, what I’m doing, what I’ll do, and what I think, then why should I still take time to pray?
Ada satu kisah yang saya alami.
Saya punya seorang teman yang bisa dibilang sedikit pendiam. Sekian waktu dia menjalin hubungan dengan seseorang dan tak lama kemudian merekapun jadian. Istilahnya ya mereka dating. Saya tidak tahu bahwa teman saya sudah jadian, namun saya hanya mendengar desas-desus dari orang-orang sekitar saya (amazed, ternyata terkenal juga dia^^O). Saya pun yang sedikit cuek hanya menganggap itu angin lalu, ditambah sedikit kecurigaan ketika gossip tentang dia makin menyebar (banyak orang kepoh ya zaman sekarang…ckckck).”Saat ada yang bertanya tentang hubungan teman saya itu, saya cuma bisa menjawab,” Gak tau juga ya, kayanya sih emang dia udah jadian” (bingung juga sih, secara kita temen tapi saya tahunya dari orang lain duluan)—dan gosippun menjalar. Namun, karena saya orangnya juga cuek, sayapun tidak langsung bertanya pada orang yang bersangkutan. Sampai suatu hari kebenaranpun terungkap. Dan reaksi saya cuma bisa “00h,,,@@!)”
Ada lagi kisah lain.
Sering kali saya mendapat bagian untuk memforward sms ke teman-teman saya jika ada pengumuman( maklum, saya pake 3 jadi gratis—jadi promosi nih..hhe^^). Berhubung saya dapat delivery report di hp, jadi saya asumsikan bahwa semua temen saya udah ngerti maksud dari sms saya, apalagi gak ada yang balas sms saya, berarti habis sudah perkara.
Bukan suatu kebiasaan bagi kami saat bertemu untuk membahas pengumuman via sms tersebut. Di hari Jumat yang cerah, saya sedang jalan sama teman saya. Sayapun bertanya,” Lu gak pulang ke rumah, kan libur?”—fyi, kami tinggal di dormitory–. Teman saya pun menjawab,” Gak dong, kan u yang sms kalo besok si Ka2 mau dating kesini.” TARRA… Ternyata temen saya salah tangkep info sms tersebut.
Memang cerita ini sedikit remeh dan mungkin gak nyambung, Tapi dari kisah2 diatas saya belajar lho.
Dari kisah pertama:
Satu, saya perlu lebih lagi menyengajakan diri buat lebih kenal sama orang-orang sekitar saya. Contohnya teman saya yang pacaran tadi, karena salah satu penyebab saya tidak konfirmasi ke dia adalah karena kurang kenal pribadi dia, jadi saya gak mau dianggap terlalu ikut campur dan takut salah respon. Kedua, saya juga perlu bersikap proaktif dan gak cuek lagi. Mungkin teman saya juga bingung bagaimana beritahu saya, dia kira saya gak menganggap urusan itu penting. Padahal pentinglah, kita kan friend.HHa
Dari kisah kedua:
Ternyata penting banget buat komunikasi tentang tiap pengumuman yang dibuat, karena bisa saja terjadi misunderstanding. Apalagi yang namanya balas sms, itu wajib hukumnya!!^p
Then some of you asking,” Okay, that’s your story. Then what is the connection between those stories and the answer of “Why do we need to pray?”
I’ll write that pray is simply a communication between me / you with God.
When thinking about both stories above, I know God just speak through my heart. Why I need to pray. It’s just because He knew that through pray I would have deeper relationship with Him. It also to make sure that I know what He means–as simple as reply a message. A simple answer from God, come in the unique way just to tell me the answer of my “silly” question. WONDERFUL
I also want to added, actually prayer is when I could say to God what I think about something and then God answer what He think about what I think. Then usually He will directly show me how to do what He wants me to do. And the real prayer is when I could say to God, “Let Your Kingdom come and Your will be done.”
Then, there’s another question in my mind. Do God really answer prayer? And this time I’m gonna say with confidence, “Sure He is.”
Ciao^^